April 29, 2012
Rahmatan lil Alamin?

Jika Islam itu Rahmatan lil Alamin, bukan Rahmatan lil Muslimin, lalu kenapa banyak orang yang mengaku Islam tapi malah menyakiti, menghujat orang yang “berbeda” dengan mereka?

April 28, 2012
Pendidikan yang Labil

Ketika kelas 1 satu SMP saya disuruh belajar tentang manusia purba, peninggalan jaman megalitikum, dan segala macamnya.
Tapi, ketika kelas 3 SMA saya diberi gambaran bahwa semua tentang manusia purba adalah palsu. Bahwa bakat terbesar para biologist adalah imajinasi mereka yang melmapaui batas. Bahwa teori evolusi adalah kesalahan besar dalam ilmu pengetahuan yang diciptakan manusia-manusia tak bertuhan.
Lalu, mana yang saya harus percaya? Buku sejarah atau buku biologi?

April 16, 2012

Gathering and laughing with friends is priceless

January 2, 2012
Dangkalnya Kita

Setiap tahun, ketika tiba mendekati perayaan tahun baru selalu muncul fenomena unik. Fenomena dimana muncul beberapa orang yang “tidak mau” merayakan pergantian tahun, utamanya muslim. Alasannya beragam, ada yang bilang perayaan tahun baru merupakan budaya agama lain, ada yang berdalih “kenapa kita tidak merayakan tahun baru Islam? Kenapa tahun baru masehi malah yang dirayakan?”

Lucu ya? Iya lucu, lucu sekali! Coba ajukan pertanyaan pada mereka yang sok tidak mau merayakan perayaan tahun baru masehi. Pertanyaan pertama, “Kamu menghitung umur kamu dengan hitungan kalender masehi, atau kalender lain?”. Kemudian tanyakan, “Kamu merayakan hari kelahiran (baca: Ulang Tahun) kamu tiap tahun dengan patokan kalender masehi, kan?”. Pertanyaan selanjutnya, “Hari ini, dalam kalender Hijriyah atau kalender lainnya itu tanggal berapa? Bulan apa?”
Munafik sekali ya mereka itu??

Mereka yang tidak mau merayakan perayaan tahun baru karena dianggap “pesta” budaya atau agama lain tapi malah percaya pada ramalan bintang. Tidakkah mereka sadar, kalu percaya pada ramalan itu adalah hal menyekutukan Tuhan! Musryik! Dosa besar! Dosanya tidak akan diampuni!

Saya tidak menyuruh anda semua merayakan pergantian tahun masehi dengan suka cita, tapi jika anda menganggap hal tersebut adalah tradisi agama lain, sangatlah baik kalau kita menghargainya. Kita tidak perlu bersikap antipati, apalagi sampai berkoar-koar di Social Media, hal tersebut malah akan menunjukkan kedangkalan kita dalam memahami perbedaan.

December 14, 2011
AKSI TEATRIKAL yang menggambarkan penindasan penguasa
*foto diambil penulis pada demonstrasi Peringatan 1 Tahun pemerintahan SBY-Boediono di depan kantor DPRD Gresik

AKSI TEATRIKAL yang menggambarkan penindasan penguasa

*foto diambil penulis pada demonstrasi Peringatan 1 Tahun pemerintahan SBY-Boediono di depan kantor DPRD Gresik

December 13, 2011
“Mahasiswa”, cuma status usang.

Tidak sengaja membaca sebuah tulisan di mading kampus tentang pergerakan mahasiswa, tadi pagi. Tulisan itu ditempel agak kebawah, kira-kira hanya satu meter dari lantai, jadi saya harus sedikit membungkuk untuk membacanya. 

Cukup menarik, menurut saya. Si penulis nampaknya jenuh dengan pergerakan mahasiswa yang sekarang dianggap tidak ada lagi greget-nya. Dia membandingkan dengan berbagai peristiwa yang dilakukan para mahasiswa beberapa dekade yang lalu. Masa-masa pada akhir orde baru dan awal reformasi. 

Membaca artikel tadi, saya langsung terbang pada masa ketika OSPEK, tiga tahun lalu. Beberapa orang aktivis, Pembantu Rektor, Dekan, dan masih banyak lagi meng-gembor gembor-kan kalimat: “Mahasiswa adalah agent of change!!”, “Mahasiswa adalah agent of control!!”, “Mahasiswa adalah agen perubahan!!” pada semua mahasiswa baru. Kami diperintahkan mengepalkan tangan kiri, mengangkatnya tinggi-tinggi ke udara seraya meneriakkan sumpah mahasiswa. Jujur saja, saya merinding waktu itu, merinding karena membayangkan bahwa tugas kita sebagai mahasiswa sangatlah berat. Selain belajar, kita juga harus “mengawal” jalannya negeri ini.

Saya merasa hal-hal khas mahasiswa diatas hanyalah euphoria sesaat. Para mahasiswa merasa jika status “mahasiswa” yang mereka sandang adalah status yang cukup agung di masyarakat. Karena itu, mereka akan berbuat sesuatu yang dianggap bermanfaat, demonstrasi untuk penurunan harga bahan pokok contohnya.  Tapi, apa yang terjadi ketika para mahasiswa ini sudah lulus dan hidup mapan?? Apakah mereka akan tetap memperjuangkan keadilan masyarakat seperti ketika masih duduk di bangku kuliah?? Saya rasa jawabannya adalah mayoritas tidak.

Ratusan anggota legislatif kita yang sekarang duduk di kursi empuk dan bermobil mewah juga pernah mahasiswa, kan? Mereka dulu juga aktivis. Mereka dulu juga “doyan” unjuk rasa meneriakkan perubahan.  Tapi, apakah mereka sekarang masih punya sikap ke-mahasiswa-an seperti dulu??

December 2, 2011
World seems more beautiful in black and white.

World seems more beautiful in black and white.

December 1, 2011
Di tengah-tengah kerumunan, seolah-olah saya bisa mencium bau adrenalin di udara.

Di tengah-tengah kerumunan, seolah-olah saya bisa mencium bau adrenalin di udara.

November 29, 2011

Adakah yang lebih durhaka dari Zeus dan saudara-saudaranya yang tega membunuh Kronos, ayahnya sendiri?

November 26, 2011
"In the future everybody will be world famous for 15 minutes"

— Andy Warhol

Liked posts on Tumblr: More liked posts »